Jujur saja,
selama pengalaman saya sebagai seorang dokter,
Inilah beberapa curhatan yang sering di luapkan oleh para ibu menyusui :
- bayi saya nangis terus padahal baru saja saya susuin selama 1 jam,
- bayi saya nangis terus padahal sudah sering saya susuin. Bahkan. setiap
setengah jam sekali
- kenapa bayi saya baru saja diletakkan ditempat tidur, 15 menit kemudian sudah
bangun lagi dan minta disusuin.
# apakah ini tandanya ASI sayaa tidak cukup ya buat anak sayaa?
# apaa asi saya kurang ?
Mungkin yang perlu pertama kali diingat dan di ketahui oleh para ibu ibu menyusui
adalah :
* bayi belum bisa berbicara *
Jadii ,
Satu-satunya cara seorang bayi berkomunikasi dengan orangtuanya adalah melalui
tangisan.
Mangkanya kebanyakan para pakar sepakat bahwa :
apabila orangtua langsung menanggapi dan merespon tangisan bayinya, terutama pd
bulan-bulan awal kehidupan sang bayi,
hal tersebut tidak akan membuat si bayi menjadi manja kok .
justru sebaliknya !
bayi akan tumbuh menjadi pribadi yg mandiri & percaya diri .
Kenapaa begitu ?
Yapp .
Jawaban nya adalah :
karena dia merasa selalu ’didengar’ oleh orangtuanya.
Kalau anda bertanya :
Bagaimana caranya bayi memberitahukan ibu nya bahwa ia sedang lapar ?
Ya tentu melalui tangisan.
Tetapi apakah berarti setiap kali bayi menangis tandanya ia sedang lapar ?
Belum tentu ;)
Yuk marii kita simak satu persatu apa kiranya yang menyebakan seorang bayi
menangis .
terutama dalam kaitannya dengan pemberian ASI dan masa menyusui.
Tahukah anda ?
Bayi Baru Lahir Butuh Penyesuaian !
Setelah 9 bulan didekap dengan hangat dan lembut dalam rahim bunda serta
diiringi dengan kedamaian suara detak jantung bunda ,
tiba-tiba ia harus lahir ke dunia yang terang benderang, berisik, ramai,
dingin, penuh dengan orang-orang yang tidak dikenal .
Maka kita gak perlu heran kalau bayi yang baru lahir langsung nangis
sekencang-kencangnya, sekuat kuat nya, seheboh hebohnya .
Disinilah salah satu manfaat dilakukannya IMD alias inisiasi menyusu dini.
Percaya atau tidak ,
Seorang bayi akan berhenti menangis apabila langsung diletakkan diatas dada
ibunya dan tingkat hormon stresnya akan menurun sebesar 50%.
Bayangkan seandainya kita menjadi dia ,
kita harus tinggal di negara lain, belum pernah kesana, tidak kenal
siapa-siapa, tidak bisa berbahasa setempat, belum biasa (cocok) dengan makanan
setempat ,belum lg terdapat perbedaan musim dan waktu (disini siang, disana
malam).
Begitulah kira-kira apa yg dialami seorang bayi baru lahir .
semua nya serba asing,
serba baru,
serba belum bisa.
Satu-satunya usaha yang bisa dilakukan adalah dengan berkomunikasi .
Berkomunikasi melalui tangisannya tentunya ;p.
Percaya atau tidak ,
Seorang Bayi yang Baru Lahir juga Butuh Rasa Aman dan Nyaman .
-Mama Aku gak nyaman nih !
aku abis pipis/pup .
-panas bunda !
kipas anginnya kurang kencang !
-ibu AC-nya dikecilkan dong !
aku kedinginan nih .
-wah aku digigit nyamuk lagi
-bunda Gatal
-mami bajuku kasar .
-emaak aku pegal tidur diposisi ini terus .
-aduh, sakit mimi !
tanganku kepentok pinggiran tempat tidur .
-ummi, aku bosan disini terus, gendong ya
-mommy, perutku kembung nih .
-mama, aku lapaaaaarr !
Semua ungkapan di atas hanya bisa dia komunikasikan melalui tangisan. Belum
lagi seorang bayi baru lahir sangat butuh perasaan aman dan itu hanya dia
dapatkan dari dekapan hangat penuh cinta bundanya.
terutama pada saat-saat menyusui.
Wah,
gak heran ya seorang bayi sering menangis.
Menyusui: Memenuhi Rasa Haus, Lapar dan Comfort.
Hal yg seringkali gag disadari oleh para orangtua adalah :
bayi menyusu bkn saja karena lapar !
tetapi terkadang bayi hanya haus dan di lain waktu bayi menyusu karena
membutuhkan rasa nyaman dari dekapan sang bunda !
Hemm ,
Mungkin ada beberapa kalian (yg membaca status saya ini) kepikiran satu
pertanyaan :
Bagaimana bila bayi sedang dalam fase tumbuh gigi, atau sedang dalam proses
pencapaian salah satu milestone-nya, atau bayi sedang sakit dan tidak enak
badan?
#Semua itu tetap dia komunikasikan melalui tangisannya, dan semua itu dapat
menyebabkan seorang bayi menjadi sangat membutuhkan rasa nyaman yang diperoleh
pada saat sedang menyusu.
Ada lg yg bertanya ,
Kenapa kolostrum diproduksi dalam jumlah yang sangat sedikit (setiap kali bayi
menyusu pada hari-hari pertama, hanya minum 1-2 sendok teh kolostrum).?
*Ini dikarenakan pada hari pertama kapasitas lambung seorang bayi baru lahir
hanyalah sebesar 5-7ml setiap kali minum*
Klo di bayangkan ,
ukuran lambungnya hanya sebeser kelereng (gundu), dan dinding lambungnya tidak
bisa melar untuk menampung lebih banyak cairan.
Makanya bayi baru lahir HANYA membutuhkan kolostrum, kualitas dan kuantitasnya
secara sempurna memenuhi kebutuhan sang bayi :)
Pada hari ke-3,
ukuran lambung bayi membesar menjadi seukuran bola bekel, atau seukuran kepalan
tangannya . sehingga sekali minum lambung sudah bisa menampung 22-27ml
(biasanya pad ahari ke-3 ini, kolostrum mulai berubah menjadi ASI transisi dan
volumenya juga bertambah).
Pada hari ke-7, lambung kembali membesar seukuran bola pingpong, dan bayi mulai
bisa minum 45-60ml setiap kali menyusu. Hari ke-10, ukuran lambung bayi kurang
lebih sm dgn telur ayam yg besar & kapasitasnya bertambah menjadi sekitar
60-81ml sekali minum (makanya pada usia sekitar 10-14 hari, bayi mengalami
percepatan pertumbuhan yg pertama – lihat keterangan dibawah ini).
Kalau sudah tau gini,
jangan kaget ya kalau ternyata bayi anda menyusu setiap 1-1,5 jam atau bahkan
kurang dari itu.
Ternyata ukuran lambung bayi memang sangat kecil !
jadi hanya bisa menampung sedikit setiap kali menyusu sehingga bayi perlu
SERING menyusu.
Dan perlu anda ketahui .
Bahwa ASI Sangat Mudah Diserap dan Dicerna .
Selain faktor ukuran lambung bayi yang memang kecil,
ternyata ASI sangat mudah diserap dan dicerna oleh tubuh bayi.
Semua nutrisi yg terkandung dlm ASI sangat cocok dan mudah diserap oleh
pencernaan seorang bayi manusia, dan ASI mengandung enzim-enzim pencernaannya
sendiri
Jadi cb bayangkan,
begitu masuk kedalam lambung,
ASI langsung dicerna dan diserap secara sempurna oleh tubuh bayi, ditambah
dengan ukuran lambung bayi yang masih sangat kecil.
Tidak heran kan kalau bayi ASI lebih cepat dan mudah merasa lapar kembali.
Tahukah anda ?
Produksi ASI:
Supply and Demand .
Memang betul, selama periode menyusui,
produksi ASI sangat ditentukan oleh prinsip supply and demand.
Artinya,
semakin sering payudara diisap dan dikosongkan,
maka semakin sering dan semakin banyak ASI akan diproduksi.
Namun, hal tersebut tidak berlaku pada hari 1-3 setelah kelahiran bayi.
pada saat-saat tersebut produksi ASI lebih ditentukan oleh kerja hormon prolaktin.
Tapi bayi tetap perlu sering menyusu untuk mendapatkan kolostrum secara
maksimal.
mengingat ukuran lambung bayi yang masih sangat kecil.
Pada saat kolostrum berubah menjadi ASI transisi (sekitar hari ke-2 atau ke-3)
.
maka mulailah prinsip supply and demand tersebut dan di masa-masa awal ini,
terkadang antara supply dan demand belum cocok.
Misalnya:
demand bayi sudah besar,
tetapi supply ASI masih sedikit sehingga bayi akan sangat sering menyusu
(karena sering lapar dan untuk meningkatkan produksi ASI) dan menangis karena
lapar.
Atau, supply ASI sudah sangat banyak,
tetapi demand-nya masih sedikit.
Walhasil bayi sering menangis pada saat sedang menyusu karena aliran ASI sangat
banyak, atau menangis setelah selesai menyusu karena terlalu banyak menelan
udara sehingga kembung.
Percepatan Pertumbuhan (Growth Spurt)
Percepatan pertumbuhan tidak hanya terjadi pada bayi .
tetapi hal ini akan terus terjadi sampai dengan bayi menjadi seorang remaja.
Namun pada bayi,
kondisi ini biasanya hanya berlangsung sekitar 3 hari dan terjadi di usia 10-14
hari, 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, 6 bulan dan 9 bulan .
Pada periode ini, bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental
yang sangat cepat, sehingga membutuhkan ekstra kalori untuk mengimbanginya.
Pada bayi ASI, ekstra kalori tersebut didapat dengan cara meningkatkan produksi
ASI ibunya dan cara yang paling ampuh untuk meningkatkan produksi ASI adalah
dengan bayi lebih sering menyusu.
Faktor Psikis dan Kesehatan Fisik Ibu .
Bayangkan skenario ini:
seorang ibu baru saja selesai menyusui bayinya yang berusia 10 hari kemudian
secara perlahan-lahan (supaya tidak membangunkan) meletakkan bayi tersebut di
tempat tidurnya.
10 menit kemudian bayinya terbangun lagi dan menangis .
dan si ibu kembali menyusui bayinya selama setengah jam.
Selesai menyusui,
ibu beringsut-ingsut ke kamar mandi karena dari pagi belum mandi.
Baru hendak melepaskan pakaian, terdengar lagi suara tangisan bayinya.
Ibu menjadi stres, cemas, takut dan khawatir ASI-nya pasti tidak cukup/hanya
sedikit sehingga bayinya jadi sering terbangun dan menangis karena lapar.
Belum lagi rasa capek, pegal, (sisa) sakit akibat persalinan, baby blues, dan
pola makan yang belum teratur karena terlalu sibuk mengurus sang buah hati.
Kombinasi dari beberapa faktor diatas bisa mempengaruhi kelancaran ASI ,
mempengaruhi kerja hormon oksitosin sehingga Let Down Reflex (LDR) menjadi
terhambat dan bayi tidak dapat minum ASI dengan puas sampai kenyang.
Akibatnya,
baru selesai disusui,
bayi akan menangis lagi untuk minta disusui lagi karena sebenarnya dia belum
kenyang.
*ASI Yang Diperah ≠ ASI Yang Diproduksi*
Inilah kesalahan yang seringkali dilakukan oleh para ibu !
memerah ASI untuk melihat berapa banyak ASI yang mereka hasilkan.
Jumlah ASI yg berhasil diperah/dipompa hanya menunjukkan seberapa banyak si ibu
bisa memerah/memompa ASInya .
BUKAN seberapa banyak si ibu bisa memproduksi ASI.
Berapa banyak ASI yg bs diperah/dipompa sangat tergantung pd beberapa hal .
misalnya:
apakah LDR berfungsi pada saat sedang memerah/memompa ?
seberapa lihai ibu memerah dengan tangan atau menggunakan pompa ASI ?
apakah teknik yang digunakan sudah benar ?
apakah pompa ASI dalam keadaan prima (tidak ada bagian yang rusak) ?
Dll .
Yg perlu anda ketahui ,
Kemampuan ibu untuk memerah/memompa ASInya jauh dibawah kemampuan si bayi untuk
mengisap dan mengeluarkan ASI dari payudara.
Itupun bayi rata-rata hanya bisa ’mengosongkan’ payudara sekitar 70% dari
kapasitas produksi.
*Posisi Menyusui dan Pelekatan*
Mungkin salah satu hal yang paling menentukan apakah bayi dapat mengeluarkan
ASI secara efektif dari payudara ibunya, sehingga dapat minum ASI sampai puas,
adalah posisi menyusui ,
serta pelekatan mulut bayi pada payudara si ibu .
Banyak faktor yang mempengaruhi posisi dan pelekatan ini .
seperti anatomi payudara (besar, kecil, dll) serta puting (besar, kecil, datar,
dll) ibu dan anatomi mulut bayi (celah bibir, lidah pendek, dll).
Apabila posisi menyusui dan/atau pelekatan mulut bayi masih kurang tepat,
ada kemungkinan bayi tidak dapat mengeluarkan dan minum ASI secara maksimal
dari payudara ibunya.
Akibatnya,
walaupun bayi sering dan lama menyusunya,
dia akan cepat menangis dan lapar kembali karena sebenarnya belum kenyang.
FAKTANYA :
dari 1000 wanita yang mengaku ASInya sedikit atau kurang ,
Hanya ada 1 yg memang betul-betul tidak dapat menghasilkan ASI untuk mencukupi
kebutuhan bayinya.
Hal ini biasanya disebabkan oleh kelainan anatomi pada payudara dan/atau
gangguan hormon ASI pada si ibu
*KESIMPULAN NYA ADALAH :*
• terimalah secara ikhlas bahwa keadaan bayi memang demikian .
bayi tidak melakukan semua itu karena dia manja atau dengan tujuan memanipulasi
dan dengan sengaja menyusahkan orangtuanya, tetapi karena memang bayi
membutuhkannya.
• pelajari, waspadai dan antisipasi keadaan.
Dengan tahu bahwa kapasitas lambung bayi sangat kecil, bahwa ASI sangat mudah
diserap, bahwa ASI diproduksi berdasarkan prinsip supply and demand dan bahwa
bayi akan beberapa kali mengalami periode percepatan pertumbuhan, normal kan
kalau bayi akan sering menyusu pada ibunya ?
• Sebisa mungkin hindari stres, cemas, khawatir, takut dan tidak percaya diri.
Karena akan memperhambat kerja hormon-hormon ASI .
• Jika ternyata produksi ASI memang sedikit dan setelah dilakukan pengecekan
dan tes kesehatan bahwa memang ibu mengalami kelainan anatomi payudara ataupun
gangguan hormonal yang menyebabkan produksi ASI sedikit, maka dapat diberikan
suplementasi melalui ASI donor ataupun susu formula supaya bayi tidak terkena
gejala ’failure to thrive’ .
• Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) sebagai salah satu bentuk
suplementasi sangat tidak dianjurkan untuk bayi yang masih berusia dibawah 6
bulan .
So mom,
ternyata karena ukuran lambung yang kecil serta komposisi ASI yang sangat mudah
diserap dan dicerna oleh bayi menyebabkan ia jadi sering menyusu.
Apalagi ditambah dengan faktor growth spurt serta ingin selalu mendapatkan rasa
aman dan nyaman,
sepertinya bayi tidak pernah lepas dari dekapan kita ya ?
Menangis merupakan satu-satunya cara bagi bayi untuk berkomunikasi, tapi ingat,
menangis tidak selalu berarti bayi sedang lapar.
Pada saat bayi anda nanti tumbuh dewasa,
menjadi manusia sempurna yang sehat, cerdas dan berakhlak baik, momen-momen
”berat” ini dimana seolah-olah bayi tidak pernah lepas dari payudara anda
ternyata hanya merupakan ’sedetik’ dari perjalanan panjang hidupnya, dan
momen-momen itu akan berlalu dalam sekejap.
Salam ASI!